Jumat sore sepulang kerja, seperti biasa saya nyalakan laptop. Yahoo Messenger seperti biasa langsung aktif. Lirik-lirik status orang-orang, eh Mbak Meuthia Rizki, orang hebat yang saya take jadi tutor saya, statusnya "Maaf ya.. sedang sibuk seminar Oriflame, tinggalin pesan saja nanti saya balas". Wuiii seminar? Bertanya-tanya dalam hati, seminar Oriflame itu ngapain aja sih?.
---
Hari berganti tengah malam, saya sudah selesai meng-update blog ini, sambil terus belajar sistem Oriflame. Baca-baca milis, eh tiba-tiba Mbak Meuthia nge post sesuatu, isinya video tentang seminar Oriflame tadi, langsung klik link yang dituju, wuiiiiiiiii...
Seru banget ya....!!
Saya emang paling demen ni sama acara yang rame-rame gini. Rasanya seperti berada di tengah orang-orang hebat. Eh.. emang iyaaaa.. Bukan orang-orang biasa yang diundang dateng ke sana. Minimal kamu harus mencapai level Senior Manager baru diundang datengke sana. Senior Manager itu pendapatan perbulannya berapa sih? 4-7 Jutaan lah. Ya biasa aja sih memang, wong saya gajinya lebih besar dari itu di Jepang sini. Lalu 4-7 juta memang standar pasang harga nya teman-teman lulusan ITB sih saat fresh graduate. Tapi, di tempat kerja saya ngga ada seminar-seminar seru macam itu. Cuman ada di Oriflame. Seru ya.. Lagian ya, jadi Senior Manager itu bisa cepet kok, bisa cuma butuh 4 bulan saja kalau mau bersungguh-sungguh. Nah.. gimana yang udah 2 tahunan di Oriflame? Wuiiiii penghasilannya udah puluh-puluh jutaaa!.
Nah yang hadir di seminar itu minimal senior manager lho, yang penghasilannya puluh-puluh jutaan juga hadir pastinya. Makanya ngga heran auranya seperti itu. Kepengen? Sama! saya juga. Yuk gabung sekarang. Bareng-bareng nanti dibantuin langsung sama Meuthia Rizki si double diamond director lho.. daftar di sini ya.
setapak-setapak menuju cita
Saturday, February 19, 2011
Friday, February 18, 2011
Buka Lowongan!
Halo semuanya lagi,
Setelah berkenalan sama saya, saya mau memperkenalkan lapak baru saya ni. Sebenernya sih saya baru buka, jadi ya belom bisa cerita banyak.
Lapak baru saya ini adalah sebuah bisnis marketing. Jualan-jualan. Temen saya Anjar bilang, marketing itu inti dari segala bisnis. "kalau ngga bisa jualan ya ngga bisa sukses elo".
Eh.. kok insinyur jualan?. Ya emang kenapa?. Insinyur tuh buat apa sih? bikin barang kan?. Nah itu perusahaan dapet untung darimana? ya dari keuntungan menjual barangnya. Si insiyur bertugas membuat barang yang berkualitas, dengan teknologi canggih yang dia bisa buat, atau membuat sistem umtuk membuat pembuatan barangnya itu lebih efisien, jadi ngga boros biaya. Ya tapi tetep aja kalo barangnya ngga bisa dijual ya sama aja boong.
Emang saya jualan apa? . Saya jualan barang dan jasa sekaligus lho. Saya jualan barang kosmetik impor dari swedia. Familiar? Yup anda benar. ORIFLAME. Kalau mau lihat profil lengkapnya di sini atau kalau mau yang berbahasa inggris di sini. Barang-barang oriflame ini berkualitas tinggi. Saya sudah membuktikannya sendiri. Parfumnya enak-enak, make up nya oke sangat, shampo, sabun, body lotion nya semua adalah kosmetik dengan kualitas tinggi. Wanginya enaaaak banget. Dan saya ini lotion addict, saya ngga main-main sama pemilihan lotion. Lotion di Jepang itu kualitasnya lebih bagus daripada di Indonesia lho, padahal mereknya sama. Lalu saya coba pake lotion nya oriflame, harga lebih murah tapi kualitas sama, malahan wanginya lebih enak. Ah masa iya saya mau jualan tapi ngga yakin sama kualitas barangnya. No no no.. saya bukan tipe pedagang kucing dalam karung. Karena yakin akan kualitas inilah saya juga yakin kalau Oriflame ini gampang laku.
Eh, tunggu dulu ada yang jaaaauh lebih menarik. Saya juga jualan jasa. Kata lainnya saya mengajak berbisnis. Jadi apa? menjadi konsultan oriflame. Menjadi konsultan oriflame ini bukan cuma keuntungan dari penjualan 30% aja loh yang bisa saya dapat, tetapi konsultan oriflame juga ada jenjang karirnya. Dan bisnis ini sangat menjanjikan. Penghasilan yang bisa didapat disini sangat luar biasa, jika kita mau kerja keras tentunya. Susah? Haha, coba mari dinilai sendiri dari fakta-fakta yang ada disini.
1. Meuthia Rizki jabatan Double Diamond Director penghasilan bulanan 60 jutaan
mencapai karir ini dalam waktu 6 tahun. Mengenal beliau lebih jauh klik disini.
2. Mbak Ilna Yuti. jabatan Diamond Director penghasilan bulanan 35 jutaan
mencapai karir ini dalam waktu 2 tahun 2 bulan. Mengenal beliau lebih jauh klik disini.
Beliau mencapai level Senior Manager dengan penghasilan 6-7 juta sebulan hanya dalam waktu 3 bulan saja lho. Ini nih daftar perjalanan penghasilannya beliau.
Ngiler kaaaan? heheh. Iya saya juga.
Itu sih cuma dua dari sekian banyak orang sukses di Oriflame. Dua sejoli itu adalah contoh sukses yang membuat saya kepingin mengikuti jejak mereka. Saya selalu punya panutan di manapun. Saya punya General Manager saya di Jepang sini. GM saya orangnya pinteeeer bukan main, galak tapi, tiap meeting sama beliau lutut saya gemeter. Dan saya punya dua orang lagi di bisnis baru saya ini.
Eh tunggu dulu, saya cuma mau ngingetin kalau saya juga percaya sama namanya "ngga ada orang sukses yang tidak kerja keras". Ngeliatin peningkatan penghasilannya mbak Ilna yang drastis itu (gilak, kalah gaji saya padahal sudah standar Jepang). Beliau juga begitu karena kerja keras. Mau tau ceritanya? silahkan baca-baca di blognya. Saya juga jadi semangat join sesudah baca blognya Mbak Meuthia Rizki. Saya mau join bukan semata-mata karena uang lho, yah uang sih mau. Tapi saya lebih kepingin belajar. Ini terobosan briliant menurut saya. Uang sih Alhamdulillah tabungan biar kata baru kerja 2 tahun juga sudah Ratusan Man Yen (ngga ngerti ya hihi sengaja). Alhamdulillah Mbak Meuthia Rizki si pendiri Boss Family, grup yang akan membantu orang-orang yang juga kepingin sukses seperti beliau, bersedia jadi tutor saya.
Saya juga lihat-lihat kalau mau berguru. Seperti layaknya saya jau-jauh ke negeri sakura untuk belajar dunia kerja langsung dari negara industri automotif termaju di dunia, saya juga mau berguru bisnis briliant ini langsung dari ahlinya. Mbak Meuthia.
Tertarik juga? mau informasi lebih lanjut? langsung daftar aja dulu di sini. Untuk memulai bisnis ini cuma butuh modal Rp. 39900 rupiah kok. Kalau masih pikir-pikir dulu juga tulis aja nama dan email kamu, biar nanti saya kasih informasi secara lebih detail. Ngga usah daftar dulu juga ngga apa-apa, tetapi daftar lebih cepat lebih baik. Ngga bakal rugi, orang cuma 40 ribu rupiah doang, dan saya bisa jamin kalau hanya dengan bersedia mengikuti setiap langkah-langkah mudah yang akan dituntun langsung sama Mbak Meuthia Rizki, kamu juga bakalan bisa sesukses beliau, bersama saya. :D
Saya buka lowongan nih segera, jabatan manager. Program management trainee. Tiga orang saja. Dari jurusan manapun. 3-4 bulan saja traineenya, setelah itu langsung naik ke level manager. Berminat? Buka web ini lalu klik isi CV mu pada link "DAFTAR di sini" ya. :)
Setelah berkenalan sama saya, saya mau memperkenalkan lapak baru saya ni. Sebenernya sih saya baru buka, jadi ya belom bisa cerita banyak.
Lapak baru saya ini adalah sebuah bisnis marketing. Jualan-jualan. Temen saya Anjar bilang, marketing itu inti dari segala bisnis. "kalau ngga bisa jualan ya ngga bisa sukses elo".
Eh.. kok insinyur jualan?. Ya emang kenapa?. Insinyur tuh buat apa sih? bikin barang kan?. Nah itu perusahaan dapet untung darimana? ya dari keuntungan menjual barangnya. Si insiyur bertugas membuat barang yang berkualitas, dengan teknologi canggih yang dia bisa buat, atau membuat sistem umtuk membuat pembuatan barangnya itu lebih efisien, jadi ngga boros biaya. Ya tapi tetep aja kalo barangnya ngga bisa dijual ya sama aja boong.
Emang saya jualan apa? . Saya jualan barang dan jasa sekaligus lho. Saya jualan barang kosmetik impor dari swedia. Familiar? Yup anda benar. ORIFLAME. Kalau mau lihat profil lengkapnya di sini atau kalau mau yang berbahasa inggris di sini. Barang-barang oriflame ini berkualitas tinggi. Saya sudah membuktikannya sendiri. Parfumnya enak-enak, make up nya oke sangat, shampo, sabun, body lotion nya semua adalah kosmetik dengan kualitas tinggi. Wanginya enaaaak banget. Dan saya ini lotion addict, saya ngga main-main sama pemilihan lotion. Lotion di Jepang itu kualitasnya lebih bagus daripada di Indonesia lho, padahal mereknya sama. Lalu saya coba pake lotion nya oriflame, harga lebih murah tapi kualitas sama, malahan wanginya lebih enak. Ah masa iya saya mau jualan tapi ngga yakin sama kualitas barangnya. No no no.. saya bukan tipe pedagang kucing dalam karung. Karena yakin akan kualitas inilah saya juga yakin kalau Oriflame ini gampang laku.
Eh, tunggu dulu ada yang jaaaauh lebih menarik. Saya juga jualan jasa. Kata lainnya saya mengajak berbisnis. Jadi apa? menjadi konsultan oriflame. Menjadi konsultan oriflame ini bukan cuma keuntungan dari penjualan 30% aja loh yang bisa saya dapat, tetapi konsultan oriflame juga ada jenjang karirnya. Dan bisnis ini sangat menjanjikan. Penghasilan yang bisa didapat disini sangat luar biasa, jika kita mau kerja keras tentunya. Susah? Haha, coba mari dinilai sendiri dari fakta-fakta yang ada disini.
1. Meuthia Rizki jabatan Double Diamond Director penghasilan bulanan 60 jutaan
mencapai karir ini dalam waktu 6 tahun. Mengenal beliau lebih jauh klik disini.
2. Mbak Ilna Yuti. jabatan Diamond Director penghasilan bulanan 35 jutaan
mencapai karir ini dalam waktu 2 tahun 2 bulan. Mengenal beliau lebih jauh klik disini.
Beliau mencapai level Senior Manager dengan penghasilan 6-7 juta sebulan hanya dalam waktu 3 bulan saja lho. Ini nih daftar perjalanan penghasilannya beliau.
Ngiler kaaaan? heheh. Iya saya juga.
Itu sih cuma dua dari sekian banyak orang sukses di Oriflame. Dua sejoli itu adalah contoh sukses yang membuat saya kepingin mengikuti jejak mereka. Saya selalu punya panutan di manapun. Saya punya General Manager saya di Jepang sini. GM saya orangnya pinteeeer bukan main, galak tapi, tiap meeting sama beliau lutut saya gemeter. Dan saya punya dua orang lagi di bisnis baru saya ini.
Eh tunggu dulu, saya cuma mau ngingetin kalau saya juga percaya sama namanya "ngga ada orang sukses yang tidak kerja keras". Ngeliatin peningkatan penghasilannya mbak Ilna yang drastis itu (gilak, kalah gaji saya padahal sudah standar Jepang). Beliau juga begitu karena kerja keras. Mau tau ceritanya? silahkan baca-baca di blognya. Saya juga jadi semangat join sesudah baca blognya Mbak Meuthia Rizki. Saya mau join bukan semata-mata karena uang lho, yah uang sih mau. Tapi saya lebih kepingin belajar. Ini terobosan briliant menurut saya. Uang sih Alhamdulillah tabungan biar kata baru kerja 2 tahun juga sudah Ratusan Man Yen (ngga ngerti ya hihi sengaja). Alhamdulillah Mbak Meuthia Rizki si pendiri Boss Family, grup yang akan membantu orang-orang yang juga kepingin sukses seperti beliau, bersedia jadi tutor saya.
Saya juga lihat-lihat kalau mau berguru. Seperti layaknya saya jau-jauh ke negeri sakura untuk belajar dunia kerja langsung dari negara industri automotif termaju di dunia, saya juga mau berguru bisnis briliant ini langsung dari ahlinya. Mbak Meuthia.
Tertarik juga? mau informasi lebih lanjut? langsung daftar aja dulu di sini. Untuk memulai bisnis ini cuma butuh modal Rp. 39900 rupiah kok. Kalau masih pikir-pikir dulu juga tulis aja nama dan email kamu, biar nanti saya kasih informasi secara lebih detail. Ngga usah daftar dulu juga ngga apa-apa, tetapi daftar lebih cepat lebih baik. Ngga bakal rugi, orang cuma 40 ribu rupiah doang, dan saya bisa jamin kalau hanya dengan bersedia mengikuti setiap langkah-langkah mudah yang akan dituntun langsung sama Mbak Meuthia Rizki, kamu juga bakalan bisa sesukses beliau, bersama saya. :D
Saya buka lowongan nih segera, jabatan manager. Program management trainee. Tiga orang saja. Dari jurusan manapun. 3-4 bulan saja traineenya, setelah itu langsung naik ke level manager. Berminat? Buka web ini lalu klik isi CV mu pada link "DAFTAR di sini" ya. :)
Thursday, February 17, 2011
Gunting Pita Lapak Baru
Halo semuanya..
Akhirnyaaaa setelah berjuang keras melawan rasa malas, launching juga postingan perdana di blog baru saya ini. Ini blog saya bikin khusus sebagai dokumentasi perjalanan saya di bisnis yang baru saya rintis. Bisnis apakah itu?
Eits tunggu dulu, sebenernya saya yakin banget sih yang baca ini sudah kenal siapa saya, tetapi tidak ada salahnya saya memperkenalkan diri dulu, kali aja ada yang nyasar kesini, hihihi.. Just for incase. Tak kenal maka tak sayang kan ^_^
What is my name?
Perkenalkan nama saya Aisyah Khulqi biasa dipanggil Uqi. Jangan tanya sejarah nama panggilan saya kenapa begitu, panjang ceritanya. Tapi saya mau narsis dikit kalau nama panggilan saya itu populer lhooo.. yakaan yakaaaan?. Meskipun suka sebel karena seriiiingkali disangka laki-laki, tapi untuk sebuah universitas di daerah Cawang yang sering jadi daerah tujuan trayek angkot sehingga nama saya selalu dikumandangkan oleh kenek metromini maupun mikrolet. "UKI-Cawang, Cililitaaaaan..." Tepok jidat. Terkenaaaal deh guueeeee..
Sebenernya sempet mau protes sama Mama, kenapa sih kok nama bagus-bagus Aisyah ngga dipanggil Ai, Syasya, atau Ica aja gitu kan namanya jadi imut. Sempet juga mau niat merubah nama panggilan, tapi entah kenapa kayaknya Uqi itu udah meresap kedalam ranah genetis saya. Jadi suka ngga ngeh gitu loh. Dan lagian kalo di rumah, Mama dan Bapak ngga membiasain anak-anaknya memanggil diri sendiri pake "aku", selalu pake nama. Jadi ya "Uqi" itu yaudah "nempel" di sanubari dari keciiil. Makannya tiap kali kenek angkot teriak-teriak "UKI..Cawang..Litaaan" berasaa terus deh dipanggil Apalagi kalo emang saya lagi mau ke arah Cililitan beneran. Hah! iya kalau pada bagian sini saya akui ini saya lebih-lebihkan. Heheh..
Oiya perlu dicatet ya, meskipun lafalnya sama "Uki" pake K itu sama, tetapi "Uqi" disini itu pake Q bukan pake K. Jadi kalau ada yang mau komentar di blog ini atau di manapun secara tertulis yang ditujukan kepada saya, tolong ya tolong spellingnya itu huruf U, Q, dan I. Bukan Uki, Uky, atau Uqy. Yang bener itu Uqi. Iiih gitu aja kok repot sih?. Iya emang biarin. Kan udah saya bilang kalau "Uqi" itu udah meresap ke ranah genetis saya, jadi saya ya ngga sreg aja kalo tulisannya ngga gitu. Bukan nama saya ituuu.. Ya kalo ngga mau repot cukup Uq ngga pake i juga boleh kok. ^_^
Who am I?
Nah, ini penting nih buat diceritain. Siapa sih saya. Mungkin yang udah tau saya dari SD, SMP, atau SMA pun mungkin belom terlalu mengenal saya ya, kecuali saya si anak pintar juara kelas kesayangan Bu Guru, Halah!. Hahaha.. Ya.. SD sampe SMP sii begitu, yaa maklum dulu kurang kerjaan makanya belajar melulu. Tapi SMA udah bandel kok, sering cabut ke kantin, laper. Hehehe.. Tapi ya Alhamdulillah masih bisa lulus, masih bisa lulus SPMB, masih bisa masuk ITB. Naaah.. kalo sampe masuk ITB sih ya bolehlah ya ngga heran. Saya masih anak super rajin. Ya maklum udah saya bilang saya kurang kerjaan makanya belajar terus. Tapiiii kok bisa-bisanya saya lulus sarjana S1 Teknik Industri ITB ini yang saya sampe detik ini juga masih bingung. Kenapa bingung? Ya soalnya saya sejak kuliah ini berubah jadi orang yang super males. Maleeees buangeeet!!. Padahal ngga ada kerjaan juga, tapi ngga belajar. Nah ini nih yang bahaya.
Sampai saat ini saya masih menyesal lho.. Coba kalau saya ngga males. Pasti saya bisa lebih hebat dari sekarang.
Eh.. emang sekarang saya siapa?
Saya hanya wanita biasa, di detik saya menulis ini saya berumur 24 tahun. Belum menikah.
Hanya itu. Prestasi? aiih.. saya malu. Saya percaya bahwa manusia berilmu itu lebih baik dari manusia bodoh. Dan sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang bermanfaat. Itu artinya manusia yang berilmu akan lebih bisa memberi manfaat daripada manusia yang bodoh. Dan kata bermanfaat itu adalah kata yang harus diberi warna merah, dipertebal, dan diberi garis bawah kalau perlu font nya diperbesar biarlah perhatian semua mata yang membaca posting ini tertuju padanya. Sehubungan dengan kalimat prestasi saya, saya merasa record ranking satu selama SD, juara selama SMP, tak pernah absen 10 besar di SMA walau suka cabut, masuk universitas bergengsi dan dapet gelar sarjana dari universitas paling ngetop se Indonesia ini bukanlah prestasi buat saya. Karena apa? mungkin saya dianggap pintar, mungkin saya sekarang sudah berilmu. Itu suatu langkah bagus, berarti saya lebih tinggi derajatnya dibanding orang yang tidak berilmu. Tetapi apa saya lebih baik?. Belooom. Saya masih merasa seperti apa yang sering temen kuliah saya sebut "manusia ampas". Karena saya belom bisa memanfaatkan ilmu saya untuk sekitar. Mungkin sudah kali ya, tapi sedikiiiiit sekali untuk keluarga saya dan teman. Ah tapi saya punya cita-cita lebih dari itu.
Apa cita-cita saya?
Ini nih, penting. Tiada hentinya saya bersyukur sama gusti Allah karena saya selalu hidup di tengah orang-orang yang luar biasa. Kenapa? karena orang-orang hebat itulah yang selalu menularkan semangat saya untuk menjadi orang hebat. Loh emangnya saya mau jadi apa? Saya mau jadi whatevaaaaaa... . Yup whatever! apa aja. Bingung kan? ngga usah bingung-bingung. Iya, awalnya sih saya juga bingung karena saya dulu ngga punya patokan profesi apa yang "hebat" menurut saya. Kalau jaman dulu banyak yang bilang dokter itu profesi paling hebat, humm.. saya bilang profesi paling hebat itu Presiden. Makin ngga jelaskan ini tulisannya. Yah intinya sih saya ngga pernah terpaku sama sebuah profesi. Yang saya tahu, definisi orang hebat itu ciri-cirinya adalah :
1. Dia punya visi yang jelas buat hidupnya
2. Dia SELALU punya tujuan berjangka dalam hidupnya
3. Dia tau caranya dan selalu mencari peluang untuk mengejar impiannya
4. Dia tidak mudah menyerah, dan selalu belajar
5. Dia tidak pernah mengeluh
6. Dia selalu berprasangka baik
7. Dia ringan tangan membantu orang
Saya memang baru hidup 24 tahun, tetapi saya sudah berani menyimpulkan kalau manusia yang punya ciri-ciri diatas pasti juga akan punya ciri-ciri sebagai berikut :
1. Hidup berkecukupan secara materi
2. Banyak pengikutnya
Udah, cukup dua itu saja. Materinya pasti banyak karena dia pekerja keras, dan temennya banyak, banyak yang mau ngikutin dia karena dia baik, mulia, dan semua orang kepengen sukses seperti dia.
Nah dia-dia ini siapa sih? Yaa.. coba aja dipikir-pikir. Nabi Muhammad SAW.
Itu udah contoh paling sempuuuuuurna. Eh buseeet ketinggian banget yaa impian saya. Ah tapi ngga kok, Saya cuma ngasih contoh yang gampang saja. Nabi Muhammad itu udah tajir, alim, hatinya mulia banget ya. Dan yang paling penting, setelah beliau meninggal dunia, namanya akan selalu diingat sampai akhir zaman. Nah ituuuu yang ingin saya juga kepengen.
Konkriiit ah konkrit, lalu kamu mau jadi apa Uqi?
Kata kuncinya satu, profesional. Dibidang apa?
Yang jelas, hal pertama yang ingin saya raih adalah mapan secara finansial.
Bagaimana caranya? Ya saya akan mengerahkan daya dan usaha apapun asal halal untuk itu.
Saya akan menjadi profesional, yang bisa menghasilkan uang.
Itu satu.
Kok yang pertama uang?. Saya ini penganut "money is not everything but everything NEEDS money". Banyak memang amalan yang gratisan bangsa senyum, nolongin nenek-nenek buta nyebrang jalan, menghibur teman yang sedih putus cinta, atau bantuin adek belajar, sama mijitin orang tua. Insya Allah, saya akan terus berusaha memberikan amalan baik itu semampu yang saya bisa. Mari kita semua juga ya begitu. Jangan menunda-nunda amalan baik. Nah tapi coba dipikir-pikir lagi deh, kalau kita punya kemampuan dana pastinya kita bisa menolong mereka lebih dari itu kan?. Bukan berarti mengganti segalanya dengan uang ya, semua amalan baik itu tidak bisa diganti dengan uang, tetapi kita bisa menambah amalan kita kalo kita punya uang. Ya contohnya kita bisa bantuin si nenek operasi mata kan?, atau bisa beliin lilin aromatherapy buat orang tua sambil kita pijit atau bahkan bawa orang tua kita ke tempat yang indah biar bisa lebih nampol relaksasinya, yang mijit sih tetep saya, karena itu bukti cinta saya.
Laluuu saya ingin menikah, menjadi istri dan punya anak. Saya ngga bisa cerita banyak ya, saya belum menjalaninya. Saya cuma tau satu, saya ingin jadi asisten pribadi suami saya sepenuhnya, dan ibu seutuhnya buat anak-anak saya. Karena anak-anak saya lah yang akan meneruskan cita-cita saya. Itu dua.
Saya ingiiiin sekali membuat Mama dan Bapak menikmati masa tua seindah masa tua yang saya inginkan. Saya pernah menuliskan secara detail gambaran indahnya masa tua itu. Tapi entah dimana, mungkin masih ada copy nya di komputer lama saya. Saya buat itu untuk menyemangati saya saat sedang mengerjakan skripsi. Saat saya ingiiin sekali segera merubah kondisi keuangan keluarga saya. Saat saya ingiin sekali merubah tatapan kasihan dengan tatapan kagum penuh hormat kepada keluarga saya, lagi, seperti dulu saat Bapak berjaya. Ma, Pak. Uqi masih di jalan menuju itu. Ini belom apa-apa Ma, Pak. Masih ada lagi :)
Itu tiga.
Saya ingin berbakti kepada sekitar. Bagaimana caranya?. Saya ingiiiiin sekali berkotribusi dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan. Saya ingiiiiin sekali mengurangi angka pengangguran. Saya ingiiiin sekali mengurangin angka kemiskinan. Saya ingiiiiiiin sekali membantu orang menggapai impian. Saya cuma punya satu impian itu. Impian yang saya harap jadi proyek seumur hidup saya.
Dan ini yang keempat.
Lalu, sampai saat ini bagaimana pencapaiannya?
Haha, kalau ditanya ini saya malu. Saya boleh dibilang anak ingusan soal mapan-mapanan, apalagi soal berbakti kepada sekitar. Sudah saya bilang saya ini masih ampas. Saya baru mulai. Dan saya tidak mau berhenti. Tolong ingetin saya ya.
Soal menuju kemapanan secara finansial, boleh jadi saya punya kesempatan emas. Saya berhasil lolos seleksi untuk bekerja di Jepang selama 3 tahun dari salah satu perusahaan pembuat motor asal Jepang. Saya tidak pernah bangga akan hal ini, ini bukan prestasi. Saya hanya beruntung dan tidak berhenti bersyukur sama Allah yang Maha Baik. Gaji saya boleh dibilang cukup besar, suatu anugerah yang luar biasa buat saya. Target menjadi independen secara finansial setelah lulus kuliah (tidak lagi minta uang orang tua) sudah bisa saya capai, bahkan lebih dari itu.
Okay, satu langkah maju berhasil saya lakukan. Tetapi itu baru satu langkah kecil, dan saya ingin terus melangkah. Untuk seterusnya saya ingin mengasah kemampuan teknis saya di bidang ini. Belajar mengaplikasikan ilmu yang sudah dosen saya susah-susah ajari di dunia kerja nyata. Target saya, setelah tiga tahun belajar di sini saya bisa punya skill setingkat manager. Manager yang di Jepang loh ya. Soalnya manager yang di Jepang sama di Indonesia beda jauh skill nya. Hihihi. Amiiiin.
Udah puas sama kemampuan finansial yang sekarang. Bukannya ngga bersyukur ya. Secara umum saya sangaaat amat puas sama pencapaian saya sekarang. Karena melebihi ekspektasi saya. Saya hanya ingin terus mengimprove kualitas saya, naik kelas istilahnya. Selalu setiap saat saya ingin kelas, dalam hal pendewasaan diri, amal ibadah, dan juga soal angka pemasukan finansial ini. Yah siapa sih yang ngga mau naik kelas. Kalau kata kebanyakan orang hebat pasti "janganlah mudah puas sama apa yang sudah kamu dapat" karena itu hanya akan membuat kamu malas. Tapi bukan berarti tidak bersyukur terus jadinya ngga bahagia dan ngeluh melulu ya. Yeah you know what i mean don`t you?
Nah karena inilah, saya sekarang buka lapak baru, sebagai langkah kecil lain untuk meningkatkan kelas saya. Saya harap lapak saya yang baru ini bisa jadi kendaraan hebat yang bisa membantu mendorong lapak saya yang sekarang supaya saya lebih cepat sampai ke langit tempat saya menggantung impian.
And this is me. Proudly Present. My new Bussiness.
Akhirnyaaaa setelah berjuang keras melawan rasa malas, launching juga postingan perdana di blog baru saya ini. Ini blog saya bikin khusus sebagai dokumentasi perjalanan saya di bisnis yang baru saya rintis. Bisnis apakah itu?
Eits tunggu dulu, sebenernya saya yakin banget sih yang baca ini sudah kenal siapa saya, tetapi tidak ada salahnya saya memperkenalkan diri dulu, kali aja ada yang nyasar kesini, hihihi.. Just for incase. Tak kenal maka tak sayang kan ^_^
What is my name?
Perkenalkan nama saya Aisyah Khulqi biasa dipanggil Uqi. Jangan tanya sejarah nama panggilan saya kenapa begitu, panjang ceritanya. Tapi saya mau narsis dikit kalau nama panggilan saya itu populer lhooo.. yakaan yakaaaan?. Meskipun suka sebel karena seriiiingkali disangka laki-laki, tapi untuk sebuah universitas di daerah Cawang yang sering jadi daerah tujuan trayek angkot sehingga nama saya selalu dikumandangkan oleh kenek metromini maupun mikrolet. "UKI-Cawang, Cililitaaaaan..." Tepok jidat. Terkenaaaal deh guueeeee..
Sebenernya sempet mau protes sama Mama, kenapa sih kok nama bagus-bagus Aisyah ngga dipanggil Ai, Syasya, atau Ica aja gitu kan namanya jadi imut. Sempet juga mau niat merubah nama panggilan, tapi entah kenapa kayaknya Uqi itu udah meresap kedalam ranah genetis saya. Jadi suka ngga ngeh gitu loh. Dan lagian kalo di rumah, Mama dan Bapak ngga membiasain anak-anaknya memanggil diri sendiri pake "aku", selalu pake nama. Jadi ya "Uqi" itu yaudah "nempel" di sanubari dari keciiil. Makannya tiap kali kenek angkot teriak-teriak "UKI..Cawang..Litaaan" berasaa terus deh dipanggil Apalagi kalo emang saya lagi mau ke arah Cililitan beneran. Hah! iya kalau pada bagian sini saya akui ini saya lebih-lebihkan. Heheh..
Oiya perlu dicatet ya, meskipun lafalnya sama "Uki" pake K itu sama, tetapi "Uqi" disini itu pake Q bukan pake K. Jadi kalau ada yang mau komentar di blog ini atau di manapun secara tertulis yang ditujukan kepada saya, tolong ya tolong spellingnya itu huruf U, Q, dan I. Bukan Uki, Uky, atau Uqy. Yang bener itu Uqi. Iiih gitu aja kok repot sih?. Iya emang biarin. Kan udah saya bilang kalau "Uqi" itu udah meresap ke ranah genetis saya, jadi saya ya ngga sreg aja kalo tulisannya ngga gitu. Bukan nama saya ituuu.. Ya kalo ngga mau repot cukup Uq ngga pake i juga boleh kok. ^_^
Who am I?
Nah, ini penting nih buat diceritain. Siapa sih saya. Mungkin yang udah tau saya dari SD, SMP, atau SMA pun mungkin belom terlalu mengenal saya ya, kecuali saya si anak pintar juara kelas kesayangan Bu Guru, Halah!. Hahaha.. Ya.. SD sampe SMP sii begitu, yaa maklum dulu kurang kerjaan makanya belajar melulu. Tapi SMA udah bandel kok, sering cabut ke kantin, laper. Hehehe.. Tapi ya Alhamdulillah masih bisa lulus, masih bisa lulus SPMB, masih bisa masuk ITB. Naaah.. kalo sampe masuk ITB sih ya bolehlah ya ngga heran. Saya masih anak super rajin. Ya maklum udah saya bilang saya kurang kerjaan makanya belajar terus. Tapiiii kok bisa-bisanya saya lulus sarjana S1 Teknik Industri ITB ini yang saya sampe detik ini juga masih bingung. Kenapa bingung? Ya soalnya saya sejak kuliah ini berubah jadi orang yang super males. Maleeees buangeeet!!. Padahal ngga ada kerjaan juga, tapi ngga belajar. Nah ini nih yang bahaya.
Sampai saat ini saya masih menyesal lho.. Coba kalau saya ngga males. Pasti saya bisa lebih hebat dari sekarang.
Eh.. emang sekarang saya siapa?
Saya hanya wanita biasa, di detik saya menulis ini saya berumur 24 tahun. Belum menikah.
Hanya itu. Prestasi? aiih.. saya malu. Saya percaya bahwa manusia berilmu itu lebih baik dari manusia bodoh. Dan sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang bermanfaat. Itu artinya manusia yang berilmu akan lebih bisa memberi manfaat daripada manusia yang bodoh. Dan kata bermanfaat itu adalah kata yang harus diberi warna merah, dipertebal, dan diberi garis bawah kalau perlu font nya diperbesar biarlah perhatian semua mata yang membaca posting ini tertuju padanya. Sehubungan dengan kalimat prestasi saya, saya merasa record ranking satu selama SD, juara selama SMP, tak pernah absen 10 besar di SMA walau suka cabut, masuk universitas bergengsi dan dapet gelar sarjana dari universitas paling ngetop se Indonesia ini bukanlah prestasi buat saya. Karena apa? mungkin saya dianggap pintar, mungkin saya sekarang sudah berilmu. Itu suatu langkah bagus, berarti saya lebih tinggi derajatnya dibanding orang yang tidak berilmu. Tetapi apa saya lebih baik?. Belooom. Saya masih merasa seperti apa yang sering temen kuliah saya sebut "manusia ampas". Karena saya belom bisa memanfaatkan ilmu saya untuk sekitar. Mungkin sudah kali ya, tapi sedikiiiiit sekali untuk keluarga saya dan teman. Ah tapi saya punya cita-cita lebih dari itu.
Apa cita-cita saya?
Ini nih, penting. Tiada hentinya saya bersyukur sama gusti Allah karena saya selalu hidup di tengah orang-orang yang luar biasa. Kenapa? karena orang-orang hebat itulah yang selalu menularkan semangat saya untuk menjadi orang hebat. Loh emangnya saya mau jadi apa? Saya mau jadi whatevaaaaaa... . Yup whatever! apa aja. Bingung kan? ngga usah bingung-bingung. Iya, awalnya sih saya juga bingung karena saya dulu ngga punya patokan profesi apa yang "hebat" menurut saya. Kalau jaman dulu banyak yang bilang dokter itu profesi paling hebat, humm.. saya bilang profesi paling hebat itu Presiden. Makin ngga jelaskan ini tulisannya. Yah intinya sih saya ngga pernah terpaku sama sebuah profesi. Yang saya tahu, definisi orang hebat itu ciri-cirinya adalah :
1. Dia punya visi yang jelas buat hidupnya
2. Dia SELALU punya tujuan berjangka dalam hidupnya
3. Dia tau caranya dan selalu mencari peluang untuk mengejar impiannya
4. Dia tidak mudah menyerah, dan selalu belajar
5. Dia tidak pernah mengeluh
6. Dia selalu berprasangka baik
7. Dia ringan tangan membantu orang
Saya memang baru hidup 24 tahun, tetapi saya sudah berani menyimpulkan kalau manusia yang punya ciri-ciri diatas pasti juga akan punya ciri-ciri sebagai berikut :
1. Hidup berkecukupan secara materi
2. Banyak pengikutnya
Udah, cukup dua itu saja. Materinya pasti banyak karena dia pekerja keras, dan temennya banyak, banyak yang mau ngikutin dia karena dia baik, mulia, dan semua orang kepengen sukses seperti dia.
Nah dia-dia ini siapa sih? Yaa.. coba aja dipikir-pikir. Nabi Muhammad SAW.
Itu udah contoh paling sempuuuuuurna. Eh buseeet ketinggian banget yaa impian saya. Ah tapi ngga kok, Saya cuma ngasih contoh yang gampang saja. Nabi Muhammad itu udah tajir, alim, hatinya mulia banget ya. Dan yang paling penting, setelah beliau meninggal dunia, namanya akan selalu diingat sampai akhir zaman. Nah ituuuu yang ingin saya juga kepengen.
Konkriiit ah konkrit, lalu kamu mau jadi apa Uqi?
Kata kuncinya satu, profesional. Dibidang apa?
Yang jelas, hal pertama yang ingin saya raih adalah mapan secara finansial.
Bagaimana caranya? Ya saya akan mengerahkan daya dan usaha apapun asal halal untuk itu.
Saya akan menjadi profesional, yang bisa menghasilkan uang.
Itu satu.
Kok yang pertama uang?. Saya ini penganut "money is not everything but everything NEEDS money". Banyak memang amalan yang gratisan bangsa senyum, nolongin nenek-nenek buta nyebrang jalan, menghibur teman yang sedih putus cinta, atau bantuin adek belajar, sama mijitin orang tua. Insya Allah, saya akan terus berusaha memberikan amalan baik itu semampu yang saya bisa. Mari kita semua juga ya begitu. Jangan menunda-nunda amalan baik. Nah tapi coba dipikir-pikir lagi deh, kalau kita punya kemampuan dana pastinya kita bisa menolong mereka lebih dari itu kan?. Bukan berarti mengganti segalanya dengan uang ya, semua amalan baik itu tidak bisa diganti dengan uang, tetapi kita bisa menambah amalan kita kalo kita punya uang. Ya contohnya kita bisa bantuin si nenek operasi mata kan?, atau bisa beliin lilin aromatherapy buat orang tua sambil kita pijit atau bahkan bawa orang tua kita ke tempat yang indah biar bisa lebih nampol relaksasinya, yang mijit sih tetep saya, karena itu bukti cinta saya.
Laluuu saya ingin menikah, menjadi istri dan punya anak. Saya ngga bisa cerita banyak ya, saya belum menjalaninya. Saya cuma tau satu, saya ingin jadi asisten pribadi suami saya sepenuhnya, dan ibu seutuhnya buat anak-anak saya. Karena anak-anak saya lah yang akan meneruskan cita-cita saya. Itu dua.
Saya ingiiiin sekali membuat Mama dan Bapak menikmati masa tua seindah masa tua yang saya inginkan. Saya pernah menuliskan secara detail gambaran indahnya masa tua itu. Tapi entah dimana, mungkin masih ada copy nya di komputer lama saya. Saya buat itu untuk menyemangati saya saat sedang mengerjakan skripsi. Saat saya ingiiin sekali segera merubah kondisi keuangan keluarga saya. Saat saya ingiin sekali merubah tatapan kasihan dengan tatapan kagum penuh hormat kepada keluarga saya, lagi, seperti dulu saat Bapak berjaya. Ma, Pak. Uqi masih di jalan menuju itu. Ini belom apa-apa Ma, Pak. Masih ada lagi :)
Itu tiga.
Saya ingin berbakti kepada sekitar. Bagaimana caranya?. Saya ingiiiiin sekali berkotribusi dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan. Saya ingiiiiin sekali mengurangi angka pengangguran. Saya ingiiiin sekali mengurangin angka kemiskinan. Saya ingiiiiiiin sekali membantu orang menggapai impian. Saya cuma punya satu impian itu. Impian yang saya harap jadi proyek seumur hidup saya.
Dan ini yang keempat.
Lalu, sampai saat ini bagaimana pencapaiannya?
Haha, kalau ditanya ini saya malu. Saya boleh dibilang anak ingusan soal mapan-mapanan, apalagi soal berbakti kepada sekitar. Sudah saya bilang saya ini masih ampas. Saya baru mulai. Dan saya tidak mau berhenti. Tolong ingetin saya ya.
Soal menuju kemapanan secara finansial, boleh jadi saya punya kesempatan emas. Saya berhasil lolos seleksi untuk bekerja di Jepang selama 3 tahun dari salah satu perusahaan pembuat motor asal Jepang. Saya tidak pernah bangga akan hal ini, ini bukan prestasi. Saya hanya beruntung dan tidak berhenti bersyukur sama Allah yang Maha Baik. Gaji saya boleh dibilang cukup besar, suatu anugerah yang luar biasa buat saya. Target menjadi independen secara finansial setelah lulus kuliah (tidak lagi minta uang orang tua) sudah bisa saya capai, bahkan lebih dari itu.
Okay, satu langkah maju berhasil saya lakukan. Tetapi itu baru satu langkah kecil, dan saya ingin terus melangkah. Untuk seterusnya saya ingin mengasah kemampuan teknis saya di bidang ini. Belajar mengaplikasikan ilmu yang sudah dosen saya susah-susah ajari di dunia kerja nyata. Target saya, setelah tiga tahun belajar di sini saya bisa punya skill setingkat manager. Manager yang di Jepang loh ya. Soalnya manager yang di Jepang sama di Indonesia beda jauh skill nya. Hihihi. Amiiiin.
Udah puas sama kemampuan finansial yang sekarang. Bukannya ngga bersyukur ya. Secara umum saya sangaaat amat puas sama pencapaian saya sekarang. Karena melebihi ekspektasi saya. Saya hanya ingin terus mengimprove kualitas saya, naik kelas istilahnya. Selalu setiap saat saya ingin kelas, dalam hal pendewasaan diri, amal ibadah, dan juga soal angka pemasukan finansial ini. Yah siapa sih yang ngga mau naik kelas. Kalau kata kebanyakan orang hebat pasti "janganlah mudah puas sama apa yang sudah kamu dapat" karena itu hanya akan membuat kamu malas. Tapi bukan berarti tidak bersyukur terus jadinya ngga bahagia dan ngeluh melulu ya. Yeah you know what i mean don`t you?
Nah karena inilah, saya sekarang buka lapak baru, sebagai langkah kecil lain untuk meningkatkan kelas saya. Saya harap lapak saya yang baru ini bisa jadi kendaraan hebat yang bisa membantu mendorong lapak saya yang sekarang supaya saya lebih cepat sampai ke langit tempat saya menggantung impian.
And this is me. Proudly Present. My new Bussiness.
Subscribe to:
Comments (Atom)